Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Laman

Rabu, Februari 13, 2013

Belajar Mandiri untuk Anak



Asa saat ini sudah menuju usia 6 tahun..kalau melihat teman-teman sebanyanya dirumah sepertinya Asa belum dapat dikategorikan anak mandiri. Sampai saat ini Asa belum mau menyiapkan dirinya dan segala keperluannya sendiri. So mandi, makan, BAB masih tergantung sama kami.

Tapi kalo melihat perbandingannya ke teman-temannya menurut Bunda hal tersebut wajar-wajar aja, karena teman-teman Asa rata-rata sudah punya lebih dari 1 adik…beda dengan Asa yang sampai saat ini masih tunggal..mungkin inilah sindrom anak semata wayang, dan kami sebagai ortu terkadang terselip juga rasa belom tega melepasnya hehhehe..

Melakukan segala sesuatunya sendiri, bukannya tidak bisa. Semuanya sudah bisa, hanya saja melakukannya tergantung angin a.k.a mood. Kalo lagi mood ok, diminta apa aja ok…tapi masalahnya kebanyakan bad mood nya hahahaha..

Hingga suatu hari Bunda dapat inspirasi dari FBnya Komunitas Ayah Edy, bagaimana merangsang kemandirian anak dengan Poin Kebaikan. 

Saat ini kami menerapkan sharing Ayah Edy tersebut dengan istilah Kartu Mandiri.


 
 Yang Bunda lakukan adalah:

  1. Membuat Kartu Mandiri, berisi kegiatan  yang akan diberi poin. Seperti gambar diatas, kartu Bunda cetak dikertas foto dengan gambar bersumber dari om Google yang baik hati :)
  2. 1 kartu bernilai Rp500 yang akan diberikan bila Asa melakukan kegiatan sesuai keterangan yang tertera dikartu
  3. Menjelang tidur, Kartu Mandiri yang telah dikumpulkan Asa, dihitung dan ditukar uang ke Bank (Bunda)
  4. Membuat komitmen dengan Asa, bahwa uang yang terkumpul adalah untuk keperluan jajan, mainan dan apa saja yang Asa inginkan. Bunda & Abi tidak akan memberikan uang selain dari poin yang terkumpul.

Hasilnya,
Hari pertama, sangat semangat…hingga bisa mendapatkan uang Rp 8000 :D
Hari Kedua, Kartu mandiri yang terkumpul hampir seluruhnya..
Hari ketiga, kartu terkumpul berkurang
Hari keempat, kelima dst…makin berkurang..hikss
Komentar Asa untuk menolak, 
A: “Asa ga mau ah mandiri-mandiri lagi, males..”
B: " nanti kan uang Asa banyak...bisa buat jajan, beli mainan, bisa sedekah..."
A: "Biarin.."
B: "Bunda ga akan beliin Asa mainan loh...uang buat beli mainan kan dari uang yang Asa kumpulin"
A: "ga papa..."
 
Walaupun Kartu Mandiri yang kami terapkan tidak bisa konsisten dijalani Asa, setidaknya kami dapat melihat bahwa sebenarnya anak kami mampu melakukannya. Jadi sewaktu-waktu saat tidak dapat bersama kami, kami sudah tidak khawatir Asa mampu melakukannya atau tidak. Dan untuk saat ini track record yang masih rutin mendapatkan kartu hanya mandi pagi+berpakaian dan sholat :D 

Yang sering dipertanyakan keluarga dan bahkan Abinya Asa saat Bunda gulirkan program ini, adalah perkara poin yang dinilai/ditukar dengan uang...apakah tidak akan membuat anak menjadi matre alias berorientasi uang atas segala kemandirian yang dilakukannya?

Pertanyaan itu terjawab langsung oleh Asa...ternyata Asa tidak pernah memikirkan uang yang akan dia dapat :) dan Asa tidak pernah memaksa minta uang untuk Kartu yang dia tidak lakukan. Bahkan untuk saat ini dia terkesan cuek saat Bunda menghitung perolehan kartunya setiap malam :D

Dalam pikiran Bunda, penerapan Kartu Mandiri ini Bunda berharap bisa mengajarkan kemandirian..pastinya, penghargaan atas upaya yang telah dilakukannya, berhitung dalam hidup dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang diinginkan..selain tentunya kita juga dapat mengajarkan anak pengelolaan uang...:p *mulukdotcom*. 






0 comments:

Posting Komentar

mau komentar atau just say hello...yok tulis aja :)