Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Laman

Kamis, Februari 23, 2012

Mengusir Wasir...sir..sirr

=> Perjuangan Tahap I <==

Kali ini blognya Jendela Info mau bercerita tentang penyakit Wasir. Apa pasal?? Karena hal yang satu ini teramat akrab dengan Bunda dalam kurun waktu 3 minggu terakhir ini ^___^

Semua bermula dari “simpanan” teman hidup Bunda yang mengalami anti klimaks pada Jumat 3 Februari lalu. Pulang kerja belio langsung tepar bilang mau pingsan, karena menahan rasa sakit teramat sangat di lubang anus. Sampai kesekon harinya hanya bisa tiduran menahan rasa sakit saja tanpa bisa berbuat apa-apa. Duduk susah, jalanpun susah, enaknya cuma rebahan.

Bunda yang nga’ ngerti “simpanannya” seperti apa, penasaran dong pingin liat, tapi ga dikasih. Akhirnya dengan sedikit paksaan, bisa juga Bunda melihat apa gerangan yang tersimpan itu.. Masya Allah, kaget sekaget-kagetnya ngeliat tuh anus yang ditumbuhi daging merah sebesar jempol kaki. Baru deh bisa turut merasakan penderitaan belio, dan membujuk untuk ke dokter..but as usual kalo ke dokter pasti ditolak mentah-mentah. So solusinya hanya minta dicarikan salep aja.

Dua hari berlalu tanpa perubahan...akhirnya Minggu, diputuskan untuk ke tempat Abah Rahmat di Prumpung, tempat doi biasa berobat alternatip yang biasanya memang cocok. Dalam perjalanan by taxi doi pun hanya bisa tiduran, karena "Mr. Pete" tidak bisa diduduki.

Oleh Abah Rahmat, as usuall diagnosis ditegakkan dengan memijat area kaki seputaran pangkal kaki...hanya pijatan sekejap...tapi sakitnya ruarrr biasa kata doi. Dan inilah hebatnya si Abah, hanya dari pijatan saja, blio bisa mengatakan penyakit doi yang persis sama seperti penyakit yang diderita..tanpa harus intip-intip "Mr. Pete" dan bertanya-tanya mendalam. Lalu si Abah akan masuk ke ruangan dalam rumahnya ambil racikan jamu sebagai oleh-oleh pulang untuk diminum kalo mau sembuh..pastinya dong :)

Kali ini dapat 3 macam jamu bubuk dalam sachet untuk diseduh dengan air hangat, dan 1 jenis pil. Semuanya punya waktu begiliran untuk diminum pagi, siang dan sore sesudah makan.

Setelah minum jamu Abah hampir 3 hari, rasa sakit di area "Mr. Pete" mulai meredup dan doi pun mulai bisa duduk-duduk walau cuma sebentar.

Tapi bukan Bunda namanya kalau tega membiarkan penderitaan orang yang disayanginya berlarut-larut. Bunda pun ber-googling ria mencari tahu penyakit teman hidup Bunda itu dan solusi apa yang terbaik dan cepat untuk mengatasi semua masalah tersebut.

Hasil googling membuat Bunda merinding disko…Ternyata oh ternyata dalam dunia medis, Abi sudah mengidap Hemorrhoid Stage IV, bahasanya gaulnya wasir stadium IV Saudara-Saudaraku !!! Dan tindakan yang seharusnya dilakukan adalah operasi pengangkatan wasir, karena obat-obatan tidak akan bisa mengembalikan lubang "Mr. Pete" seperti semula :(

Googlingpun dilanjutkan dengan keyword “operasi wasir” berharap dapat pencerahan baik metode, dampak, biaya dlllnya. Ternyata banyak yang tidak merekomendasikan operasi karena rasa nyeri pasca tindakan yang akan dirasakan berbulan-bulan lamanya..hikss..bikin Bunda mual..kasian sekali yayangku kalo harus seperti ini.

Singkat cerita akhirnya Bunda bertemu dengan metode Safute di wasirsafute.blogspot.com…lanjut print out dan discuss sama yang punya hajat. Tertarik dengan blog ini karena jargonnya “Bebas Wasir dalam 15 Menit”. Ternyata doi pun telah tau tentang ini, dan dihati kecilnya punya niatan untuk mencoba..tapi kepikiran sama masalah biaya yang prediksinya bakalan bikin lumer kantong. Disamping reaksi jamu Abah udah bisa bikin Abi tidak merasakan sakit dan bisa duduk lagi seperti biasa..juga jadi alasan lainnya. Tapi kalau ingat kata Abah, bahwa kalau mau sembuh total mesti minum jamu 2-3 bulanan…doi jadi jiperrr..coz jamunya kentel boo!! Bikin tenggorokan rasa bersampah katanya…

Dari diskusi kami berdua, diputuskan ambil cara tercepat saja dengan memutus si Wasir karena beban pekerjaan doi yang sepertinya ga’ akan bisa lama-lama ga’ ngantor. Dan pilihanpun jatuh ke Wasir Safute ini..selanjutnya tugas Bunda mencari informasi lebih lanjut tentang biaya yang akan dihadapi.

Informasi di blog, salah satu cabang Wasir Safute juga tersedia di RS Meilia, pilihanpun jatuh ke RS ini untuk tindakan mengingat RS ini termasuk salah satu jaringan Jamsostek. Kawatir tidak dicover untuk tindakan ini, pencarian informasipun digiatkan..mulai dari telepon klinik wasir RS, Customer Servis RS sampai ke layanan Jamsostek Depok sesuai domisili. Tapi mirisnya info yang didapat tidak memuaskan, mereka tidak bisa memberi kepastian dicover/tidaknya…ataupun bila tidak dicover, berapa persentase yang dicover..karena semua itu baru bisa diketahui bila pasien sudah datang untuk tindakan..okelah kalo begitu!!

Berhubung keuangan kami pas-pasan, kami putuskan saja untuk tindakan di RS ini...walaupun nanti akan ada irama pahit yang bakal dihadapi. Keputusan ini hanya gambling saja, karena feeling Bunda paling tidak biaya yang akan kami cover bisa setengah dari biaya di Klinik pusatnya Safute.

Prosedur Jamsostek untuk ke RS kami jalani. Selasa Malam, dengan mengendarai motor sepelan dan sehalus mungkin karena masih nyeri kalo terkena gesekan, kamipun menyambangi PPK 1 (Siti Klinik) untuk sebuah surat rujukan. Lanjut esoknya mempersiapkan surat keterangan aktif kerja dari kantor Bunda, antisipasi bila nanti diperlukan rawat inap, berharap bisa langsung tindakan tanpa bolak-balik urus surat..Depok-Cibubur jauh boo!!. Dilanjutkan Kamis-nya kami pun tiba di TKP, RS Meilia, Cibubur.

Konsul dengan dokter Spesialis Bedah selesai dengan diagnosis hemorrhoid stage IV..diperlukan tindakan operasi pro Safute..(sesuai permintaan kami), dokterpun menyarankan kami mencari tahu dulu berapa besaran biaya dan dicover/tdknya oleh Jamsostek di bagian Kasir dan Pendaftaran. Prosedur pencarian perkiraan biaya kami lalui, dan hasilnya.. kembali seperti cerita dialinea sebelumnya plus permainan pingpong yang membuang waktu…kalo diulang bikin sedih ahhh..juga Bunda takut terjerat UU ITE :(

Singkat cerita ternyata kami tidak sanggup menghadapi irama pahit prosedur "Jamsbond" ini...udah kasian banget sama Abi yang mesti bolak-balik duduk-berdiri-duduk untuk meredakan sakitnya. Akhirnya diputuskan untuk langsung ke Klinik Pusat Safute dr. Panji di Pondok Kelapa…walopun uang tak cukup (sebelumnya sudah pernah email tanya biaya ke dokternya).

Langsung di RS juga Bunda telepon Klinik Safute, buat janjian sama dokternya. Karena sibuk hp tak diangkat, tapi dibalas by sms oleh dokternya langsung, dokter bilang bisa sebelum setengah satu (inilah salah satu keajaiban dokter Panji, no. Hp pribadi di publis di blog, dan beliau sendiri yang angkat & balas sms..jadi bila tak diangkat kemungkinan besar lagi ada pasien..). Lanjut rogoh ATM yang hanya tersisa saldo setengah dari nominal tariff tindakan yang sudah diinfokan. Cuma satu modalnya..keyakinan Allah pasti memudahkan langkah kami…Bismillah…do'a dan pasrah aja..dan by taxi kami meluncur dari Cibubur ke Pondok Kelapa.

Selanjutnya nanti yaa bersambung…udah kepanjangan nulisnya ^___* (hela nafas dulu..karena nulisnya pake emosi jiwa)

5 comments:

Anonim mengatakan...

assalamualaikum...

salam kenal,

boleh tanya brp biaya yg dikeluarkan unt tindakan ini bunda?

thx

Bunda Asa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Bunda Asa mengatakan...

waalaikum salam wr.wb.

Tarif yang disampaikan dokter 6,5 jt..tapi alhamdulillah saya dapet diskon

Anonim mengatakan...

assalamualaikum bun.. bun cerita yg perjuangan tahap 2 udah diposting blum; jd penasan sm ceritanya. trims bl berkenan bls

Reyza Gustana mengatakan...

Bunda kok ga d update part 2 nya nih?

Posting Komentar

mau komentar atau just say hello...yok tulis aja :)